Senin, 20 Januari 2025

Kita

 

“Sejauh apapun kita berlari, distraksi tidak bisa menghapus momentum

Sebanyak apapun topeng yang kita kenakan, tidak bisa mengubah karakter seseorang

Cukup pahit, ketika harapan tidak sesuai ekspetasi.

Dan alkisah tentang menunggu.. sebenarnya cuma masalah waktu

Kamu

Berlari dikejar emosi dan waktu

Menulis skenario hidup seperti fatamorgana sosial media

Mencoba menggapai bulan dengan sebatang galah

Dan alkisah tentang menunggu.. sebenarnya cuma masalah waktu

Aku

Merajut momen yang hilang

Mencari damai dari sibuknya ibukota

Mencoba mengenal kita, lagi-,
Dan alkisah tentang kita.. sebenarnya saling menunggu”

 

Titip sebuah rindu, untuk dirimu yang mulai dewasa

 

 

 

    Anyway, it’s not a poetry hihi. Sebuah tulisan untuk diri sendiri. Ucapan perdebatan antara inner self, let me explain them. “Aku” adalah diri sendiri, dan “Kamu” merupakan out of self ketika kita mencoba membangun hubungan sosial. Menurutku, mayoritas orang bahkan tidak bisa menjadi dirinya sendiri saat berada di lingkungan yang berbeda. Berbeda dalam arti perbedaan pola pikir, pendapat, lingkungan kerja, life style, ekonomi, dan lain sebagainya. Maka “Kamu” representasi dari rias wajah yang ditampilkan untuk perbedaan kulture tersebut. Terdengar lucu, kenyataannya pendewasaan memang butuh hal-hal seperti demikian. Sebenarnya hal itu wajar, karena hidup tidak luput dari segala drama dan kisahnya.

 

    Mari kita bahas “Aku” representasi dari diri sendiri. Tujuan dari setiap kehidupan adalah menuju damai. Tapi dunia tidak membiarkanmu menikmatinya dengan dengan semudah itu. Kita terbentuk oleh banyak benturan fase proses kehidupan, tanpa sadar meredam ego untuk mengutamakan hal lain yang disebut prioritas. Tentu saja keluarga, pasangan, teman dan lain sebagainya. Tapi pernahkah kamu merasa, dirimu juga punya wujudnya sendiri. Hal-hal yang seharusnya berjalan saja mengikuti arus, seringkali berperang dengan diri sendiri, dengan ego dan mood yang tidak stabil. Terutama kaum hawa. Yah, mengakulah hei kaum hawa, seringkali mood mu yang seperti roller coaster itu merepotkan sekali. But, it’s okay to be a woman growth up to a stronger!! Even generally not woman only, beberapa gentleman pun merasakan hal yang sama. Okey, saya tidak mencoba mengkotakkan gender, ya..haha. “Aku” adalah hasil proses dewasa itu. Yang mana semakin kita dewasa, hanya ingin ketenangan jiwa dan kestabilan materi. Pasti lelah sekali, ya.


02 February 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 A LITTLE MUGGER Rabu yang manis dengan semburat terik matahari yang silau menemani langkahku hari di pertengahan hari. Heels hitam melangka...