Selasa, 19 Januari 2021

Muak

Disana berteriak riang

Dalam diam mencoba recaka

Detik berlari dengan romantisnya

Melenyapkan sendu berlalu

Sedikit merintik, terisak sebentar

Melambai raut ceria, "Aku ingin usai dini"

Katamu dalam mendung

Bertengadahlah, langit masih begitu tinggi!


Telapak kakinya khusyuk cumbana

Mala asmaraloka pernah beberapa kali bergetar

Tapi hatimu tak pernah gentar

Seperti doyan karam

Tak apa, suar berahi masih banyak

Aku tunggu antrian saja

Tambatan hati sudah diatur Ilahi, kilahmu lagi

Kuharap, bekas sayatan itu lekas sembuh bung

Ya, kau butuh recaka kembali!


Ah, Ina!!

Aku sungguh sudah letih

Andai pohon emas benar-benar ada

Bukan di dongeng saja!

Pastilah, tangan dan kakiku tak sekasar ini

Demi kau! Tak apalah.

Aku hanya perlu menjaga agar sumbu mu tetap menyala

Meski tubuhku harus dicumbu rucita metropolitan

Atau dipeluk mesra polutan

Sayang.. kau adalah alasan mengapa recakaku masih bertahan, sejak sembilan bulan itu berlalu


Huh, recaka begitu tercekat

Menelan ludah pun seperti kerikil

Organ tubuhmu ikut berdebar-debar

Semoga tidak mengecewakan, dansa desahmu

Raut genggaman bersenggama dan pelukan hangat menyanyikan ucapan selamat

Ah, begitu indah

Realitanya, mari memanjat tebing yang terjal

Jika kau jatuh, merenunglah

Walau lagi lagi mendapat "coba lagi" seperti di kertas undian

Mari recaka sejenak..


Senja kopi pun mulai bosan

Muak dengan tingkahmu

Selalu berjalan terbirit, padahal para lobus asyik menikmati senandung

Tapi Talamusmu begitu egois!!

Kau tahu benang kusut?

Buruknya, kertas yang usai diremuk?

Yah, seperti itulah kira-kira dirimu sekarang

Beruntung cermin dirumahmu begitu sabar

Siulan jarum jam sialan itu sudah menguasai ragamu

Dan kerutan di kening mulai berbaris

Tak apalah, katamu lagi



Tik, tok, tik, tok..

Tik, tok, tik, tok..

Hening..


Tarik dalam-dalam,

Hembuskan perlahan…

Tarik dalam-dalam,

Hembuskan perlahan…

Tarik dalam-dalam,

Hembuskan perlahan…

Jantungmu berdetak romantis

Hei, recakamu sudah kembali?


Picture source : wordofthenations.wordpress.com


Selasa, 19 Januari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 A LITTLE MUGGER Rabu yang manis dengan semburat terik matahari yang silau menemani langkahku hari di pertengahan hari. Heels hitam melangka...